Welcome to my blog, enjoy reading.

Kamis, 11 Maret 2010

MARVELLS

Marvells adalah grup musik asal Bandung, Indonesia yang digawangi oleh Icom (drum), Yana(vokal), Dony (bas), dan Idea (gitar). Menurut salah satu personelnya, Marvells diambil dari buku nama-nama bayi yang artinya sesuatu yang lebih baik.

Perjalanan karir

Awalnya, Marvells bernama The Cat dan sempat merilis album di bawah label Musica Studios. Mereka kemudian hengkang ke label baru, Modern Grup, dan merilis album Dari Dasar Dunia (2007) di bawah bendera Marvells. Pada album perdana ini, mereka menggaet Yovie Widianto. Karena Marvells merasa distribusi album tersendat, mereka pun pindah label lagi. Kali ini, untuk album kedua, mereka bernaung di bawah SMM (Suara Mega Mandiri) record dengan album bertajuk Marvells (2008) dengan lagu unggulan "Kisah Aku".

Pada tahun Agustus 2007, nama Marvells melejit seiring kerapnya Marvells disebut di media terkait pemukulan vokalis Ungu, Pasha, terhadap gitaris Marvells, Idea. Meski pemukulan tersebut bermotif masalah pribadi, namun tak urung nama grup musik tempat mereka bernaung, turut terseret.

Sambut bulan Ramadhan 1429 H yang jatuh pada bulan September 2008, Marvells rilis lagu rohani Islam di bawah bendera SMM Records. Tiga lagu andalan mereka, Seperti Kapas, Jangan Tinggalkan Aku, dan Di Mana Akhir Ceritaku adalah ungkapan perjalanan spiritual mereka yang disusun berkesinambungan menjadi tiga cerita dengan tema cerita Pencarian.

Diskografi

Dari Dasar Dunia adalah album pertama Icom (drum), Yanna (vokal), Dony (bas), dan Idea (gitar) di bawah naungan nama Marvells. Album yang diproduseri oleh Yovie Widianto ini dirilis pada tahun 2007 dan mengunggulkan lagu "Terlalu Lama Menanti".

Daftar lagu

1. Dan Orang Itu Aku
2. Di Dasar Dunia
3. Terlalu Lama Menanti
4. Hati Terakhir
5. Tentangmu
6. Lebih Sadar
7. Lagu Bodoh
8. Bantu Bertahan
9. Andai Kau Tak_Ada
10. Tipuan Sempurna
11. Shu Q
12. Lelaki Misterius


Marvells adalah album kedua grup musik Marvells yang dirilis 2008. Dalam Album ini ada 12 lagu yang disuguhkan, dua lagu di antaranya diambil dari album Dari Dasar Dunia sebagai lagu tambahan atau bonus track.

Daftar lagu

1. Apa Yang Kau Lakukan
2. Kisah Aku
3. Jatuh Cinta
4. Menangis
5. Biar Aku Menjadi Aku
6. Cinta Terlarang
7. Ingat Aku Sejenak
8. Kekasih Yang Salah
9. Melebihi Cinta
10. Lelah Aku
11. Tipuan Sempurna (Bonus)
12. Andai Kau Tak Ada (Bonus)


Ampuni Aku(mini album religi 2008) Marvells, Album religi ini memuat 3 lagu bernafas Islam. 'Seperti Kapas' yang bercerita tentang pencarian jati diri. 'Jangan Tinggalkan Aku' tentang penyadaran diri dan 'Di Mana Akhir Ceritaku' berkisah soal pengakuan dosa.

April 2009, Marvells merilis album ketiganya. Dalam album bertajuk 'April, 2009' itu Marvells mengaku lagi bohong. Mereka pun menjadikannya sebagai hits andalan.Uniknya dalam pembuatan album ini, Marvells menemukan banyak angka 9. Mereka melakukan persiapan selama 90 hari sebelum menuju studio. Semua kegiatan rekaman, mixing dan mastering yang biasanya berlangsung selama 2 bulan, tuntas dalam 9 hari. Hasilnya ada 9 track terbaru band asal Bandung itu di album 'April, 2009'.

Daftar lagu

01 Si Keras Hati
02 Lagi Bohong
03 Tak Berucap
04 Bila Aku
05 Hingga Batas Nanti
06 Selamatkan Aku
07 Ku Bisa Dapat Dari Yang Lain
08 Ku Tak Ingin Mencintai Dan Dicintai
09 Terlalu Lama Menanti
10 Tak Berucap (Minus One)


Read More »»

Selasa, 09 Maret 2010

LINKIN PARK

Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal yang berasal dari Aguora Hills, California, di Amerika Serikat. Mereka sempat beberapa kali berganti nama, antara lain Xero, Hybrid Theory, hingga nama Linkin Park sampai sekarang. Nama "Linkin Park" sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park.
Sebelum Chester Bennington menjadi vokalis Linkin Park, Mark Wakefield lebih dulu menjadi vokalisnya. Namun, ia keluar dari Linkin Park – saat itu menggunakan nama Hybrid Theory – untuk menjadi manajer grup musik Taproot. Bassis Dave Farrell alias "Phoenix" juga pernah keluar sebentar dari Linkin Park untuk mengikuti tur bersama band lamanya, Tasty Snax. Sedangkan 4 personil lainnya – Brad Delson, Mike Shinoda, Joe Hahn, dan Rob Bourdon – selalu bertahan di Linkin Park sejak awal pembentukannya.
Linkin Park telah merilis 3 album studio, yaitu Hybrid Theory, Meteora, dan Minutes to Midnight. Linkin Park juga merilis album Live in Texas, Reanimation, dan Collision Course, serta Hybrid Theory EP. Linkin Park sukses dalam mempopulerkan lagu-lagunya seperti Crawling, In the End, Numb, Somewhere I Belong, dan What I've Done. Secara total, album-album Linkin Park telah terjual sebanyak 50 juta keping.

Awal mula
Awal pembentukan Linkin Park yaitu pertemuan Mike Shinoda dan Brad Delson (gitaris Linkin Park) di kelas 7. Lalu mereka membentuk band bernama Xero. Brad juga bermain untuk band Relative Degree, salah satu personilnya yaitu Rob Bourdon (drummer Linkin Park). Mike berkenalan dengan Rob melalui Brad dan Rob bergabung dengan Xero. Saat kuliah, Brad berkenalan dengan Dave "Phoenix" Farrell (bassis Linkin Park) yang merupakan teman sekamar Brad. Mike, yang mengambil jurusan ilustrasi di Universitas Seni Pasadena, bertemu dengan Joe Hahn (turntablis Linkin Park). Kemudian, Dave Farrell dan Joe Hahn bergabung bersama Xero. Dave sempat meninggalkan Xero untuk bergabung kembali ke band lamanya, Tasty Snax.
Mulanya, mereka merekrut Mark Wakefield sebagai vokalis, lalu diambil alih oleh Chester Bennington (mantan vokalis Grey Daze) sampai sekarang, sedangkan Mike lalu jadi rapper. Sialnya, karena nama Xero sudah dipakai grup lain, mereka terpaksa mengganti nama menjadi Hybrid Theory. Lalu, Hybrid Theory menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman bernama Warner Bros. Records setelah sukses meluncurkan EP yang bertajuk Hybrid Theory EP pada tahun 1999 sebanyak seribu keping
Sekali lagi, mereka terpaksa mengganti nama karena nama Hybrid Theory mirip dengan nama grup musik Hybrid yang berasal dari Wales. Daripada dianggap band yang sama, mereka memilih berubah nama lagi menjadi Linkin Park. Nama itu diambil Chester dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Agar bisa mengelola situs web sendiri, Chester mengubah ejaannya menjadi Linkin Park. Setelah itu, mereka berhasil membeli situs web linkinpark.com.

Hybrid Theory












Linkin Park saat konser di Praha, Ceko.
Linkin Park meluncurkan album pertamanya, Hybrid Theory, pada tanggal 24 Oktober 2000 dengan singel pertama One Step Closer. Namun, yang lebih terkenal adalah singel Crawling dan In the End. Lagu ini telah membuat Linkin Park menjadi populer. Penjualan album itu melebihi 15 juta keping. Linkin Park lalu merilis edisi spesial dari Hybrid Theory, dengan 2 lagu baru High Voltage dan My December (lagu).
Linkin Park lalu merilis album aransemen ulang dari Hybrid Theory, Reanimation. Album ini pun meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 10 juta kopi. Singelnya, Pts.Of.Athrty, tidak sepopuler singel di Hybrid Theory, namun cukup terkenal. Linkin Park, melalui Mike Shinoda dan Joseph Hahn, juga sempat bekerja sama dengan band The X-ecutioners dalam pembuatan singel It's Goin' Down. Linkin Park juga membentuk kelompok fans mereka bernama Linkin Park Underground, serta mulai mengadakan tur sendiri bernama Projekt Revolution, setelah sering diundang ke festival musik.

Meteora
Tanggal 25 Maret 2003, Linkin Park merilis album kedua bertitel Meteora. Nama tersebut diambil dari nama tempat ibadah di atas puing-puing di Yunani. Album ini juga meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 11 juta kopi. Singelnya adalah Somewhere I Belong, Faint, Numb, From the Inside, Lying from You, dan Breaking the Habit.
Meteora memenangkan banyak penghargaan. Antara lain Penghargaan MTV kategori "Video Rock Terbaik" untuk lagu "Somewhere I Belong" dan "Penghargaan Pilihan Pemirsa" (Breaking The Habit). Linkin Park juga memenangkan penghargaan lain yaitu "Penghargaan Musik Radio 2004", "Penghargaan Artis Tahun Ini" dan "Penghargaan Lagu Tahun Ini" melalui lagu "Numb". Mesikpun album Meteora tidak sesukses Hybrid Theory album ini masuk 3 besar penjualan album di Amerika Serikat tahun 2003.
Linkin Park juga mengadakan Projekt Revolution Tour ke-2 serta sibuk ikut konser. Di sela-sela waktu itu, Linkin Park berhasil menyelesaikan rekaman album konser mereka, "Live In Texas", yang berisi lagu-lagu saat konser Linkin Park di Texas.

Proyek sampingan














Mike Shinoda saat diwawancarai oleh MTV Thailand di Bangkok, Thailand.
Atas permintaan MTV, Linkin Park berkolaborasi dengan Jay Z dalam album "Collision Course". Materi album ini adalah remix dari sebagian lagu-lagu Linkin Park dalam album "Hybrid Theory" dan "Meteora" serta lagu-lagu Jay Z dalam album "Blueprint" serta "The Black Album". Album tersebut dirilis tahun 2004 dan menghasilkan 2 singel, yaitu Numb/Encore yang mendapat penghargaan Grammy kategori "Lagu Rap Terbaik" dan "Kolaborasi Terbaik".

Pada tahun 2005, Linkin Park lebih mengutamakan konser amal. Mereka membantu korban tsunami pada bulan Desember 2004 dalam konser bertajuk Music For Relief. Linkin Park juga membantu mengumpulkan uang untuk korban Badai Katrina tahun 2004. Sementara itu, Mike Shinoda bergabung dengan Fort Minor dalam album "The Rising Tied". Chester Bennington juga punya proyek solo yang dinamai Snow White Tan yang selanjutnya populer dengan nama Dead By Sunrise. Lalu, Linkin Park pergi ke Jepang tahun 2006 untuk mengikuti festival musik populer di Jepang, yaitu Summer Sonic.

Minutes to Midnight

Pada tahun 2006, mereka mulai merekam materi untuk album terbaru Linkin Park, yaitu "Minutes To Midnight". Banyak yang mengkritik Linkin Park karena sering tertunda peluncurannya. Walaupun begitu, Linkin Park menjamin bahwa album tanggal 14 Mei 2007 ini pantas untuk dikoleksi. Menurut Linkin Park, mereka menamai album barunya "Minutes To Midnight" (menit-menit menuju tengah malam) karena adanya isu nuklir di bumi ini yang dapat menghancurkan dunia pada saat tengah malam.
Sebanyak 100 lagu demo telah diciptakan namun hanya 12 yang dimasukkan ke dalam album. Tidak heran kalau album ini direkam selama 14 bulan. Dalam album Minutes To Midnight, unsur musik nu metal kurang kental. Walaupun demikian, album ini tetap digemari. Buktinya adalah album ini terjual hampir sebanyak 625 ribu kopi dalam pekan pertamanya (sebuah rekor dalam tahun 2007). Album studio ketiga ini diproduseri oleh Mike Shinoda dan Rick Rubin, mantan personil Beastie Boys. Singel pertamanya, "What I've Done", sudah mulai diputar di radio pada tanggal 2 April 2007. Minutes To Midnight juga menduduki tangga teratas Billboard. Pada tanggal 20 Agustus 2007, Linkin Park merilis singel keduanya, yaitu "Bleed It Out". Dan, pada bulan Oktober, Linkin Park akan merilis singel "Shadow of the Day".
Lagu "No Roads Left" bisa didapatkan melalui pemesanan lewat iTunes. Sementara lagu "Qwerty" bisa didapatkan di EP berjudul Linkin Park Underground v6.0.
Mereka juga merilis lagu "New Divide" yang dipakai untuk soundtrack film terbaru Transformers yaitu Transformers: Revenge of the Fallen.Lagu ini juga sudah mencapai posisi 6 di Amerika Serikat dan di Inggris mencapai posisi 20.
Chester Bennington, vokalis Linkin Park, saat konser di The Globe Arena di Stockholm, Swedia.

Jenis musik

















Chester Bennington, vokalis Linkin Park, saat konser di The Globe Arena di Stockholm, Swedia.
Pada awal pembentukannya, Linkin Park beraliran rock. Setelah masuknya seorang DJ atau turntablis bernama Joe Hahn, Linkin Park mengganti alirannya menjadi hip-hop. Namun, pada album Hybrid Theory, Linkin Park mengganti lagi alirannya menjadi nu metal dan rapcore. Demikian juga pada album Meteora, hanya saja Linkin Park juga menambahkan unsur elektronika.
Pada album Minutes To Midnight, segalanya berubah total. Linkin Park benar-benar mengurangi unsur nu metal secara spesifik. Sebagai gantinya, Linkin Park menggunakan aliran alternative rock. Ini jelas sebuah eksperimen mengingat kesuksesan Linkin Park dengan genre nu metal dalam album sebelumnya. Tetapi, ternyata eksperimen itu berhasil.

Teknis
Linkin Park jarang menggunakan teknik melodi gitar namun petikan gitar. Selain itu, rap dari Mike Shinoda sering muncul di banyak lagu. Terkadang Chester berteriak dalam beberapa lagu.
Lagi-lagi, perubahan terjadi di album Minutes To Midnight. Linkin Park mengurangi unsur rap dari Mike. Rapnya hanya ada di 2 lagu, yaitu Bleed It Out dan Hands Held High. Sementara vokal Chester lebih dominan dibanding sebelumnya. Linkin Park juga bermain lebih lembut.

Linkin Park Underground

Ini adalah kelompok penggemar Linkin Park yang dibentuk tahun 2001. Jika bergabung dengan LPU (singkatannya) maka bisa memperoleh merchandise khusus untuk anggota LPU. Seperti kaus, asbak, buku, dan album mini (EP).

Anggota









Logo lama Linkin Park.

Anggota Sekarang

1. Chester Bennington – vokal
2. Rob Bourdon – drum
3. Brad Delson – gitar
4. Dave "Phoenix" Farrell – bass
5. Joseph Hahn – turntable, sampling
6. Mike Shinoda – backing vocal, sampling, rap, keyboard, gitar


Mantan Anggota

1. Mark Wakefield – Vokal
2. Scott Koziol – Bass (Stand-in)
3. Kyle Christener – Bass (Stand-in)


Diskografi


1. Xero Sampler Tape
2. Hybrid Theory EP
3. Hybrid Theory - 24 Oktober 2000
4. Reanimation
5. Meteora - 25 Maret 2003
6. Live In Texas
7. Collision Course
8. Minutes to Midnight - 14 Mei 2007
9. Road to Revolution - 25 November 2008


Beberapa band yang berhubungan dengan Linkin Park


1. Fort Minor - Proyek sampingan Mike Shinoda
2. Dead By Sunrise - Proyek sampingan Chester Bennington
3. Hybrid Theory - Nama lama Linkin Park
4. Xero - Nama lama Linkin Park
5. Tasty Snax - Band lama Dave "Phoenix" Farrell
6. Grey Daze - Band lama Chester Bennington
Read More »»

Sabtu, 06 Maret 2010

ALEXA

Alexa adalah grup musik beraliran power pop yang beranggotakan 5 orang, yaitu Aqi (Vokal), Rizki (Gitar), Satrio (Gitar), JMono (Bass) dan Jar (Drum). Satrio sendiri adalah mantan gitaris grup musik jazz Indonesia, Maliq & D'Essentials, sedangkan JMono adalah ex-sessionist dari Parkdrive, Aqi adalah vokalis ex-Tiket, Rizki tergabung dalam Manis Sedap Songwritting Team dan Jar masih dengan Stepforward band Hardcorenya. Band ini awalnya merupakan project dari Satrio dan JMono. Album perdana mereka dirilis pada tahun 2008 yang bertitel Alexa dengan hit singel Jangan Pernah Pergi.

Sejarah Alexa berawal dari pertemanan Satrio dan JMono. Satrio yang merupakan ex-gitaris Maliq n D'Essentials dan JMono yang adalah session bassist dari beberapa band termasuk Parkdrive memiliki ide untuk membuat sebuah proyek musik yang mereka impikan sejak dulu. Untuk mewujudkan rencana tersebut mereka membuat beberapa lagu yang akan menjadi dasar konsep musik yang mereka inginkan. Dengan mengambil dasar dari musik rock yang merupakan latar belakang musik mereka di awal karir musiknya, mereka membuat beberapa lagu dan akhirnya bertemu dengan beberapa teman mereka yang dianggap cocok untuk mendukung musik tersebut. Rizki yang tergabung dalam Manis Sedap Songwriting Team pada posisi gitar, Fajar drummer Stepforward dan Aqi yang pernah tergabung dalam Tiket setuju untuk bergabung dalam proyek musik ini.

Alexa adalah album perdana Alexa yang berisikan 10 buah lagu dengan lagu Jangan Pernah Pergi sebagai hits singel.

Daftar lagu

* Kau Khianati
* Jangan Pernah Pergi
* Jangan Kau Lepas
* Lupakan Saja
* Maafkanlah
* Biarkan Saja Aku
* Hingga Saatnya Kan Tiba
* Dewi
* Takkan Pernah Bisa
* Salahkan?

Alexa Special Edition merupakan album kedua grup musik Alexa

Daftar lagu

* Sampai Kapan
* Wajahmu Indahkan Duniaku
* Sampai Nanti
* Kau Khianati (akustik)
* Maafkanlah (akustik)
* Lupakan Saja (akustik)
* Hingga Saatnya Kan Tiba (akustik)
* Dewi
* Jangan Kau Lepas
* Takkan Pernah Bisa
* Jangan Pernah Pergi


Sumber : wikipedia
Read More »»

BOYS LIKE GIRL

Boys Like Girls adalah band rock dari Boston, Massachusetts, Amerika. Band Boys Like Girls dibentuk pada bulan-bulan terakhir tahun 2005, penyanyi / gitaris Martin Johnson kemudian dia merekrut Bryan Donahue bassis dan John Keefe drummer, keduanya berada di band setup yang berbeda dengan penyanyi, terutama di band punk pop Lancaster. Keefe membawa gitaris Paul DiGiovanni, untuk melengkapi line-up. Anehnya, keduanya baru tahu bahwa mereka adalah sepupu jauh beberapa bulan kemudian.

Debut pertama Martin cs lewat album self title yang dirilis pada 22 Agustus 2006 dengan single pertama Hero/Heroine. Sayangnya single ini tidak terlalu berhasil di pasaran, Pada tanggal 22 Agustus 2006, Boys Like Girls eponim memukul rak-rak toko kaset di Amerika. Sejak April 2007, album ini telah terjual lebih dari 200.000 eksemplar di Amerika Serikat. Merilis single kedua, "The Great Escape" (mencapai # 24 di Pop 100), melakukan konser on Jimmy Kimmel Live pada tanggal 22 Februari 2007, dan akhirnya memetakan Billboard 200 untuk pertama kalinya pada April 2007, Boys Like girls memainkan konser internasional pertama mereka di Kanada Amerika Utara dan hellogoodbye tur dengan festival Inggris Give It A Name 2007.

Mereka memproklamirkan pengaruh musiknya sebagai berbagai emo kontemporer dan pop punk band, seperti Jimmy Eat World, The Academy Is ... dan Dashboard Confessional. Meskipun kecenderungan dengan jelas terdengar dalam guitarwork dan drum, punk rock pengaruh jauh lebih jelas dibandingkan pola vokal dan lirik yang bersangkutan.
Tiga tahun berselang, pada 8 September 2009 mereka merilis album kedua. Album yang diberi judul LOVE DRUNK, dengan single jagoan Love Drunk berhasil menaikkan kepopuleran Martin dkk dan berhasil menduduki chart Billboard 200 di posisi kedelapan. Melihat kesuksesan single pertama, mereka merilis single digital, She's Got a Boyfriend Now dan diikuti dengan single Two Is Better One yang dinyanyikan duet dengan Taylor Swift dan berhasil jadi top request tak hanya di Ameria tapi juga negara Asia, seperti Indonesia. Dalam rangkaian tur dunianya, Boys Like Girls mengunjungi Jakarta pada 25 Januari 2010, kemarin. Konser yang dipromotori oleh Java Musikindo ini diadakan pada Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Read More »»

Jumat, 05 Maret 2010

EVANESCENCE

Evanescence adalah sebuah grup rock dari Little Rock, Arkansas,Amerika Serikat.Evanescence didirikan oleh Amy Lee dan mantan gitaris Ben Moody. Mereka berdua berjumpa pada sebuah kamp anak muda di Arkansas, di mana Moody mendengar Lee bermain lagu I'd Do Anything for Love (But I Won't Do That) karangan Meat Loaf pada sebuah piano.

Kemudian pasangan ini menemukan bahwa mereka sama-sama tertarik terhadap Jimi Hendrix dan Björk. Kemudian mereka bersama-sama menulis lagu (yang pertama adalah "Solitude" oleh Amy Lee, diikuti dengan "Understanding" oleh Ben Moody, "Give Unto Me" oleh Amy Lee. Kemudian lagu keempat yang mereka tulis adalah "My Immortal"). Lagu-lagu ini lalu dirubah sedikit secara lirik dan musiknya oleh Ashley Hincher. Oleh karena itu nama keduanya ditemukan pada bagian credit.

Untuk beberapa saat, mereka tidak dapat menemukan musisi lainnya yang bisa bermain dengan mereka dan tidak memiliki dana untuk membayar asistensi profesional, jadi mereka tidak bisa bermain musik secara live. Namun dua lagu mereka "Understanding" dan "Give Unto Me", bisa masuk tangga musik lokal dan permintaan untuk pertunjukan live mulai meningkat. Setelah grup ini akhirnya bisa berpentas, mereka akhirnya menjadi salah satu pementasan terpopuler di daerah mereka. Mereka berpentas menggunakan beberapa nama termasuk "Childish Intentions" dan "Stricken," sebelum memutuskan untuk menggunakan nama "Evanescence" (yang artinya adalah "berpudar", atau "menguap seperti asap"). Amy pernah berkata bahwa ia menyenangi nama ini karena nama ini misterius dan gelap dan meninggalkan kesan yang mendalam dalam benak seseorang. Oleh karena itu ia menginginkan nama ini.

Karya-karya awal

Album perdana mereka, Origin (dirilis tahun 2000), kurang dikenal oleh masyarakat pecinta musik. Evanescence juga merilis dua EP, yang sekarang sangat dicari-cari para kolektor karena sangat langka: Evanescence EP (1998) di mana ada sekitar 100 eksemplar dan, Sound Asleep EP, yang juga dikenal sebagai Whisper EP (1999), dan terbatas pada 50 eksemplar.

Tidak aneh, Origin dan kedua EP ini mengandung versi-versi demo dari beberapa lagu yang ada di album perdana mereka. Bahkan, rekaman lagu "My Immortal" juga ditemukan di Fallen selain terdapat di Origin, dikurangi beberapa instrumen pengiring. Namun Amy Lee sendiri menganggap bahwa rekaman ini bukan sebuah album yang sejati namun hanya sebuah kumpulan lagu-lagu demo (di mana beberapa di antara tidak dipentaskan secara baik) yang dikirimkan ke perusahaan-perusahaan musik. Hanya 2.500 eksemplar dari rekaman ini yang pernah dibuat dan dengan ini membatasi availability-nya hanya kepada beberapa yang mujur bisa membelinya pada tahun-tahun awal atau kepada mereka yang bersedia membayar ratusan dolar. Sebagai reaksi, Amy Lee bahkan mendorong para penggemar untuk men-download-nya dari internet pada sebuah wawancara.

Tidak mengherankan beberapa perusahaan pembajakan menjual rekaman-rekaman bajakan Origin, biasanya sebagai "rilis ulang Rusia" dan pada harga yang tinggi. Oleh karena itu disarankan bahwa para penggemar seyogyanya jangan membuang uang mereka pada sebuah eksemplar Origin karena kemungkinan besar bukan eksemplar asli dan tidak menguntungkan grup ini lagi.

Fallen
Album utama pertama mereka "Fallen" sudah mendapatkan penghargaan 6x Platinum, dan berada selama 43 pada Billboard Top 10. Lalu lebih dari 12 juta eksemplar album ini laku terjual.

Single Evanescence utama yang pertama; "Bring Me to Life" merupakan sebuah dobrakan dunia bagi band ini dan mencapai urutan ke-5 pada Billboard Hot 100 di Amerika Serikat, sementara "My Immortal" yang sama-sama populer mencapai urutan ke-7 di AS. Lalu dimasukkannya lagu-lagu ini dalam soundtrack film Daredevil menolong mereka menjadi populer dan membuat posisi mereka di dunia musik menjadi kokoh.

Lalu single "Bring Me to Life" juga mendapatkan pengakuan untuk band ini pada Grammy Awards of 2004, di mana band ini diberi penghargaan Grammy Award for Best Hard Rock Performance. Pada waktu yang sama, Evanescence juga diberi penghargaan Grammy Award for Best New Artist.

Dua single dari album Fallen yang dirilis termasuk "Going Under" dan "Everybody's Fool", yang juga dibuatkan video klip.

Lalu lagu Breathe No More yang sebelumnya belum dirilis, termasuk pada soundtrack film Elektra yang dirilis tahun 2005.

Kepergian Ben

Pada 22 Oktober 2003, Moody secara tiba-tiba meninggalkan band ini, padahal sedang berada di tengah-tengah tur Eropa. Alasannya mula-mula yang dilaporkan karena mereka mengalami "perbedaan secara kreatif." Namun pada sebuah wawancara beberapa bulan kemudian, Amy Lee berkata: "Kami mencapai suatu titik di mana jika tidak sesuatu halpun berubah, kami tidak akan bisa membuat album kedua."

Setelah saat itu, Amy Lee pernah berkata bahwa kepergiaan Ben hampir bisa dikatakan melegakan karena keberadaannya menciptakan ketegangan dalam band. Terry Balsamo dari band Cold mengganti Moody. Belum lama ini Moody mengaku dalam sebuah wawancara bahwa ia mengidap bipolar disorder, namun meninggalkan terapi narkoba dan alkohol ketika ia sedang terlihat pertikaian dengan Evanescence. Ia juga berkata bahwa lagu yang ditulisnya ketika kepergiannya secara tiba-tiba dan berjudul "10/22", mula-mula ditulisnya untuk menjelek-jelekkan Amy Lee. Namun setelah berintrospeksi Moody membeberkan bahwa ia sebenarnya membicarakan dirinya sendiri dan bukan Lee.

Anywhere But Home

Anywhere But Home dirilis pada tahun 2004 pada format DVD/CD. . DVD ini merupakan rekaman dari pertunjukan mereka di Paris beserta beberapa fitur di belakang panggung, seperti penandatanganan CD dan warming up. CD-nya sendiri berisi beberapa lagu yang sebelumnya belum pernah dirilis seperti "Missing", "Breathe No More" (dari film Elektra) dan "Farther Away". Lalu dalam CD ini terdapat pula lagu cover Korn "Thoughtless" yang pernah mereka mainkan pada beberapa pertunjukan live.

The Chronicles of Narnia

Amy Lee diminta untuk menulis sebuah lagu tema untuk versi film tahun 2005 The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe, namun lagunya ditolak oleh para produser karena dianggap "terlalu gelap dan bersifat epos". Lee kala itu berpikir untuk menyesuaikan lagunya, namun akhirnya ia memutuskan bahwa "ia tidak akan pernah berkompromi mengenai karya seninya untuk apapun."

Lee sudah memberikan sinyal bahwa para penggemar bisa mendengarkan lagu Nanrnia yang tak terpakai ini di masa depan. web EvBoard, papan pesan resmi Evanescence, Amy Lee berkata bahwa tidak ada yang hilang dan bahwa lagu ini merupakan bahan yang menarik untuk album baru mereka.

Proyek-proyek terkini


Evanescence sekarang sedang berada dalam persiapan rekaman album ketiga mereka yang akan dirilis di tahun 2010 ini. Lagu pertama dari album ini adalah "Call Me When You're Sober". Musik videonya berhasil mendapatkan posisi puncak di MTV untuk sembilan hari. Musik videonya diawali dengan Amy Lee bernyanyi menghadap keatas, lalu off-screen dimana dia diperlihatkan sedang makan malam dengan seorang pria. Pada bagian awal lagu, Amy Lee bernyanyi sambil mengelus seekor srigala. Pada bagian chorus kedua lagu, Amy Lee bernyanyi sambil menuruni tangga dan ditemani oleh empat orang penari latar bertema Gothic. Sambil Amy Lee menyanyi, mereka menari dengan teratur dan pada akhir bawah tangga, mereka berpose seakan memberi kekuatan pada Amy. Saat Amy menyanyikan bait "You never call me when you're sober", Amy dan keempat penari tersebut berdiri merendah, dan Amy terbang keatas perlahan. Saat hentakan lagu sebelum bagian akhir, keempat penari tadi juga terbang dan berputar-putar disisi kiri dan kanan Amy. Pada chorus akhir lagu, Amy dengan pria tadi di meja makan berseteru, membuat Amy melompat ke meja dan menendangi semua peralatan makan dan -anehnya- juga kursi. Setelah menendangi semua peralatan makan dan kursi, Amy menyanyikan bait terakhir "I've made up your mind..", pria tadi berusaha mendekat namun ditahan oleh Amy. Scene berakhir dengan Amy yang bermain piano mengadahkan kepalanya keatas, dan sedikit tertawa.

Gulat

Walaupun bukanlah sebuah bagian penting dari karirnya, beberapa karya Evanescence pernah dipakai di dunia gulat. Sebelum lagu "Bring Me To Life" dirilis di Amerika Serikat, lagu itu sudah menjadi musik tema untuk WWE No Way Out 2003. Christian Cage, seorang pegulat, memakai versi lain dari lagu "My Last Breath" sebagai musik iringannya.

Kontroversi Kekristenan

Pada awalnya Evanescence dianggap sebagai bagian dari Christian rock dan bahkan album mereka dijual di toko-toko Kristen. Namun para anggota band ini sudah menyatakan bahwa mereka tidak mau dianggap sebagai sebuah grup Christian rock, apalagi setelah Moody memaki-maki pada sebuah wawancara. Tidak lama kemudian toko-toko Kristen menghilangkan album-album mereka dari rak-rak mereka. Setelah itu Amy Lee menyatakan bahwa mereka BUKAN sebuah grup Kristen dan akan menghargai apabila gosip ini akan berhenti.

Namun biar bagaimanapun terdapat bukti bahwa Evanescence merupakan sebuah grup Kristen dan hal ini terutama terlihat atau terdengar jelas pada lagu mereka "Tourniquet".

Persamaan

Band ini seringkali disamakan dengan band nu-metal seperti Linkin Park, P.O.D. dan Papa Roach, namun banyak penggemar yang menolak karena persamaan ini kurang tepat karena hanya berdasarkan lagu "Bring Me to Life" saja, yang juga menampilkan vokalis 12 Stones; Paul McCoy yang bermain musik bergaya rap pada beberapa bagian pendek lagu ini. Namun hal ini tidaklah representatif bagi kebanyakan lagu-lagu mereka, baik di album Fallen maupun karya-karya mereka yang lebih awal. Evanescence juga disamakan dengan band-band seperti In Winter, Lacuna Coil, Nightwish, dan Within Temptation, yang semuanya memakai vokalis wanita dan tema-tema lirik yang gelap, namun band-band terakhir ini biasa dianggap symphonic metal/gothic metal dan bukan rock.

Pada saat pementasan secara live, Evanescence seringkali memainkan lagu-lagu cover dari band-band semasa seperti A Perfect Circle, The Offspring, Garbage, Metallica, dan Korn. Mereka juga pernah mementaskan lagu-lagu grup rock alternatif yang sudah dibubarkan seperti Soundgarden dan The Smashing Pumpkins.

Anggota band

Anggota terkini

* Amy Lee - vokal dan piano
* Tim McCord - bass
* Terry Balsamo - gitar

Mantan anggota

* Rocky Gray - drum (pisah Mei 2007)
* John LeCompt - gitar (pisah Mei 2007)
* William Boyd - bass (pisah Juni 2006)
* Ben Moody - gitar utama (salah satu pendiri - pisah Oktober 2003)
* David Hodges - keyboards (pisah December 2002)
Sumber : wikipedia
Read More »»

BONDAN &FADE2BLACK

Bondan Prakoso & Fade 2 Black adalah nama sebuah grup musik yang berasal dari Indonesia yang mengusung genre musik pop, rock dan rap.Dimotori oleh mantan penyanyi cilik, Bondan Prakoso dan grup rap Fade 2 Black. Grup ini telah merilis dua buah album yaitu album Respect ditahun 2005 dan album Unity di tahun 2007.

Setelah berkolaborasi dengan Setiawan Djodi dan Funky Kopral, Bondan Prakoso mencoba berkolaborasi dengan Fade 2 Black, sebuah group hip hop Independent dari Bogor yang beranggotakan Tito, Eza dan Ari. Konsep yang disodorkannya pun tak main-main. Bondan & Fade 2 Black membuat konsep musik yang didalamnya terdapat aliran musik jazz, hip-hop, rock, techno dan funk yang diracik sedemikian dinamis dalam album perdana mereka yang dirilis pada tahun 2005 dan bertitel Respect.

Di album ini, Bondan mencoba untuk memproduseri, mulai dari materi musik, arransemen, programing dan looping semua dia kerjakan sendiri. Bahkan istimewanya lagi, Bondan ikut juga mengisi vokal selain memainkan hampir semua instrumen di album ini. Dalam proses pembuatan album yang berisikan dua belas lagu ini, melibatkan juga musisi Jazz dari Indonesia yang telah Go Internasional seperti Rio Saharadja yang mengisi trompet dalam beberapa lagu. Album ini meraih penghargaan AMI Awards 2006 untuk kategori Best Rap.

Ditahun 2007, grup ini merilis album keduanya ayng bertitel Unity dengan hits singel lagu Kroncong Protol, campuran musik etnik dan modern. Dan lagi-lagi labum barunya ini diganjar penghargaan yang sama untuk kategori yang sama pula, yaitu penghargaan AMI Awards 2008 untuk kategori Best Rap.

Biografi Bondan Prakoso


Nama Lengkap : BONDAN PRAKOSO
Nama Panggilan : MR B
TTL : 8/MEI/1984
Anak ke : 2 dari 3 bersaudara
Nama Ibu : Lili Yulianingsih
Nama Bapak : Sisco Batara
Agama : Islam
Pendidikan : Lulusan D3 Sastra Belanda UI
Pekerjaan : Musisi, Produser
Hobby : Musik, Membaca, Menonton Film
Musisi/Band Favorit : Les Claypool (Primus), Muse, Dave Mathews Band
Referensi Buku : Huru Hara Kiamat, Jangan Bersedih, Chicken Soup
Makanan Favorit : Chicken Teriyaki, Nasi Goreng Hati/Pete.
Minuman Favorit : Air Mineral
Alamat : PO BOX 1281 JKS 12012

.................................................................................
BONDAN PRAKOSO
DISKOGRAPHY
.................................................................................

:: 1988-1995
8 ALBUM CHILD SINGER
Singer

:: 1999-2001
2 ALBUM WITH FUNKY KOPRAL
Bassis,Music Producer
Universal Music Indonesia
Group Alternatif terbaik AMI SHARP AWARD 2001

:: 2002
1 ALBUM COLABORATION SETIAWAN DJODY FEAT
FUNKY KOPRAL
Bassis
AIRO RECORD
Kolaborasi Rock Terbaik AMI SHARP AWARD 2003

:: 2005
BONDAN PRAKOSO & FADE 2 BLACK
ALBUM : RESPECT
Producer,Composer,Arranger,Singer,Bass&Guitar
and All Instrument
Sony BMG

:: 2006
BASS HEROES (13 Top Bass Player Indonesia)
Bondan Prakoso,Thomas “gigi”,Rindra “padi”,
Bongki “bip”,Ronny “cokelat”,Adam “so7”,Indro,
Bintang,Iwan Xaverius,Ari Firman,Arya,
Barry likumahua,Nissa “Omllete”
Sony BMG
Break The Record MURI (Museum Record Indonesia)
Penampilan Bassis terbanyak dalam satu panggung
Read More »»

MY CHEMICAL ROMANCE

My Chemical Romance adalah grup musik asal New Jersey, yang dibentuk pada bulan September tahun 2001 oleh Gerard Way dan Matt Pelissier. Saat ini, band ini diawaki oleh Gerard Way (vokal), Mikey Way (bass), Ray Toro (lead guitar), Frank Iero (gitar), dan Bob Bryar (drum). Nama band ini terinspirasi oleh buku karangan Irvine Welsh yaitu Ecstasy: Three Tales of Chemical Romance.

My Chemical Romance adalah grup band yang menurut media bergenre pop punk, post-hardcore, “punk revival”, rock alternatif, dan emo. Namun grup ini mendeskripsikan musik mereka sebagai musik “rock” atau “pop yang kasar”, dan menolak diklasifikasikan sebagai emo. Grup ini telah merilis tiga album yaitu I Brought You My Bullets, You Brought Me Your Love pada tahun 2002, Three Cheers For Sweet Revenge pada tahun 2004, dan The Black Parade pada tahun 2006.

Band ini mendapat inspirasi dari Queen, Black Flag, Iron Maiden, The Misfits, Morissey, At the Gates, Pink Floyd, The Smashing Pumpkins, Descendents, Pantera, The Cure, dan The Smiths. Selain terinspirasi, mereka juga menginspirasi sekelompok anak muda asal Indonesia yang akrab disebut kelompok SGW.

Awal

Mereka sepakat membentuk MCR dengan sebuah alasan yang sama yaitu untuk sebuah balas dendam!! Kok bisa???
Sang vokalis Gerard Way, adalah seorang maniak komik, hanya tertarik dengan komik dan musik. Gerard seorang yang senang membuat berbagai hal kreatif untuk dirinya sendiri. Dia adalah tipe penyendiri dan menjadikannya agak “terisolasi” dan dianggap “tidak ada” di sekolah.
Sama halnya seperti Gerard, Ray Toro sang gitaris, juga seperti dianggap “tidak ada” disekolahnya. Setiap pulang sekolah, dia langsung pulang ke rumah hanya untuk bermain gitar dan video game seharian.
Yang agak berbeda mungkin Frank Iero, meski hanya memiliki tiga orang teman di sekolahnya, akan tetapi setiap hari dia hanya ngeganja dan mabuk-mabukan. Frank seperti bingung harus berbuat apa.
Kelima anak-anak “tersisih” tersebut berjuang untuk tetap bertahan di sekolah dengan kesadaran.
Musik memang ajaib, mereka yang berasal dari sekolah berbeda itu, disatukan dalam sebuah band. Inilah awal dari MCR. Gerard adalah salah satu saksi hidup ketika teroris meruntuhkan World Trade Center, 11 September 2001 lalu. Rasa marah, kesal, gelisah, sedih dan resahnya kemudian dituangkan dalam lagu berjudul “Skylines and Turntiles” yang ditulisnya bersama Matt ‘Otter’ Pelisier. Mereka kemudian mengajak Ray Toro dan Mikey Way (adik Gerard) untuk bergabung. Nama band sendiri diusulkan oleh Mikey ketika membaca buku berjudul Ectassy: Three Tales of Chemical Romance, tulisan Irvine Welsh.

Three Cheers for Sweet Revenge

Ketenaran datangnya memang kadang sering tak terduga. Ini juga yang dialami 5 orang cowok yang bisa dibilang comic-book-obsessed dari New Jersey. Karena gara-gara album perdana mereka jadi hits tiba-tiba ketenaran mereka meroket.
Sekitar tahun 2003, mereka dikontrak oleh Reprise Warner Bross dan merilis album “Three Cheers For Sweet Revenge” yang diproduseri oleh Howard Benson, pada tanggal 4 juni 2004. Album yang boleh dibilang menjadi tonggak awal kesuksesan MCR.
Mereka bertambah sukses lagi ketika lagu – lagu mereka di album ini menjadi berhasil menjadi hits di radio komersial dan MTV, seperti “Helena” (yang diciptakan Gerard untuk nenek tercintanya, Elena, setelah beliau meninggal), “I’m Not Okay”, “The Ghost Of You”, dan “Thank You For The Venom”. Album ini juga berhasil meraih charts di Billboard.
Seiring pertumbuhan popularitas mereka, Matt Pelisier (drummer) keluar dari MCR pada Agustus 2004 ketika mereka lagi tur di Jepang. Alasannya belum jelas, tapi ada yang mengatakan kalo alasannya karena perdebatan dengan Ray atau karena ada kesalahan yang diperbuat Matt ketika konser dan dengan segera digantikan oleh Bob Bryar.

Cobaan dan Cibiran

Selain sempat “goyang” dikarenakan keluarnya Matt Pelisier, MCR juga sempat dikatakan “hampir rontok” ketika Iero meninggalkan tur pada tanggal 11 November 2007 di Newcastle, setelah mendengar kabar mengenai anggota keluarganya yang sakit dan digantikan sementara oleh teknisi gitar MCR, Matt Cortez. Matt juga sempat menggantikan Mikey Way saat ia “cuti” enam bulan setelah menikah. Sakit dan meninggalkan tur juga masih dialami oleh drummer Bob Bryar yang mengalami cedera pergelangan tangan.
Meskipun MCR mengganggap aliran musik mereka adalah “pop punk”, “post-hardcore”, “punk revival” dan “alternatif pop rock” serta menolak dikatakan sebagai band emo, banyak kritikus musik yang menggolongkan mereka secara perlahan-lahan masuk dalam aliran emo.
Ejekan sebagai “anak-anak emo” ini pernah secara kasar dilontarkan oleh band Inggris Kasabian yang menyebut MCR dengan “clowns” atau “emo kids”. Entah mengapa, Kasabian menyebut MCR sebagai satu band yang tidak punya sesuatu yang positif untuk dikatakan.
Selain itu, Marilyn Manson juga mengejek MCR sebagai “Peniru yang Menyedihkan”. Manson mengklaim bahwa MCR telah merampok gayanya.
Dalam interviewnya dengan The London Paper, Manson mengatakan kalau lagu “Mutilation Is The Most Sincere Form Of Flattery” dari album barunya Eat Me, Drink Me menceritakan tentang pakaian Gerard Way sang vokalis MCR.

Bring Black Parade To Life!


Tanggal 23 Oktober 2006, MCR merilis album ketiga mereka, ‘The Black Parade’ yang diproduseri oleh Rob Cavallo. Album ini aslinya berjudul ‘The Rise and Fall of My Chemical Romance’, tapi di interview yang diadakan oleh majalah Kerrang! Gerard mengatakan kalo judul album itu bukan judul yang sebenernya, hanya tipuan dan lelucon aja, “It was never the title of the album, more a spoof, or joke”.
Dalam album ini, MCR seolah ingin meninggalkan kesan emo dalam diri mereka dan menjadi lebih gelap. Hal itu terbukti dengan pernyataan Gerard bahwa single “Cancer” adalah single yang paling gelap sepanjang masa. Gerard menyatakan bahwa “Cancer” banyak bercerita mengenai penyakit kanker dan bercerita mengenai sesuatu yang dialami oleh si pasien kanker. ” Bagi saya, pengalaman menulis lagu ini seperti menuliskan lagu tergelap sepanjang masa dan saya rasa kami berhasil,” ujar Gerard. Album ini berhasil meraih kesuksesan dengan terjual 1,4 juta copy diseluruh dunia.
MCR juga memilih menjadi band dengan basis massa “underground” atau “grassroots”. Mereka punya fans yang siap “mencaci-maki” habis-habisan dalam forum yang mereka bikin, termasuk di situs resmi mereka. Sisi positifnya adalah, MCR menolak segala atribut yang biasanya dilekatkan pada band, seperti ‘sex icon’ dan sebagainya. Fans membuat mereka menjadi “diri mereka sendiri”.

Hits Single :
My Chemical Romance - Helena
My Chemical Romance - Im Not Okay
My Chemical Romance - Give Em Hell Kid
My Chemical Romance - Famous Last Words
My Chemical Romance - Stay

I Brought You My Bullets, You Brought Me Your Love merupakan sebuah album musik pertama karya My Chemical Romance dirilis tahun 2002. Lagu utama di album ini ialah Honey,This Mirror Isn't Big Enough for the Two of Us.
1. Romance
2. Honey, This Mirror Isn't Big Enough for the Two of Us
3. Vampires Will Never Hurt You
4. Drowning Lessons
5. Our Lady of Sorrows
6. Headfirst for Halos
7. Skylines and Turnstiles
8. Early Sunsets Over Monroeville
9. This Is the Best Day Ever
10. Cubicles
11. Demolition Lovers

Three Cheers For Sweet Revenge adalah album kedua dari band My Chemical Romance. Three Cheers for Sweet Revenge diluncurkan pada tahun 2004.

1. Helena 3:22
2. Give 'Em Hell Kid 2:18
3. To the End 3:01
4. You Know What They Do to Guys Like Us in Prison 2:53
5. I'm Not Okay (I Promise) 3:08
6. The Ghost of You 3:23
7. The Jetset Life Is Gonna Kill You 3:37
8. Interlude 0:57
9. Thank You for the Venom 3:41
10. Hang 'Em High 2:47
11. It's Not a Fashion Statement, It's a Deathwish 3:30
12. Cemetery Drive 3:08
13. I Never Told You What I Do for a Living 3:51
14. Bury Me in Black*

The Black Parade (bahasa Indonesia: Parade Hitam) adalah album studio ke-3 oleh My Chemical Romance. Album ini dirilis tahun 2006. Singel pertamanya adalah "Welcome to the Black Parade", disusul oleh "Famous Last Words", "I Don't Love You", dan "Teenagers". Rencananya, singel kelima adalah "Mama".

My Chemical Romance - The Black Parade Is Dead (2008)
1. The End
2. Dead
3. This Is How I Disappear
4. The Sharpest Lives
5. Welcome To The Black Parade
6. I Don't Love You
7. House Of Wolves
8. Interlude
9. Cancer
10. Mama
11. Sleep
12. Teenagers
13. The Black Parade Is Dead
14. Disenchanted
15. Famous Last Words
16. Blood
Read More »»